Sampah masih berserakan di bantaran Kali Sokong



Tanjung, KLU - Tumpukan sampah yang masih berserakan di bantaran kali Sokong membuat pemandangan yang tidak sedap. Tidak hanya para penduduk sekitar kali saja yang membuang sampah di daerah tersebut tapi juga masyarakat di luar Desa Sokong. Bukan hanya sampah organik tapi sampah yang sulit terurai dan limbah industri tahu pun ikut memenuhi bantaran kali. Tumpukan sampah yang terus menggunung dan bau yang menyengat membuat suasana pejalan kaki merasa tidak nyaman jika melintas di atas kali sokong. Beberapa tahun lalu pemerintah pernah mengruk dan membersihkan daerah kali sokong bahkan beberapa waktu lalu pemerintah desa tanjung telah melakukan kegiatan menanam seribu pohon namun hal ini tidak membuat masyarakat mengerti akan arti pentingnya kebersihan lingkungan. Mereka tidak memikirkan dampak yang akan terjadi jika sampah-sampah mulai tambaha menggunung, pada hal tidak sedikit warga di sekitar kali sokong memanfaatkan air kali, tidak hanya untuk menanam kangkung tapi juga terkadang untuk Kegiatan Mandi dan Cuci. Di saat musim hujan debit air yang berada di kali sokong bertambah. Bahkan beberapa waktu lalu pernah terjadi banjir akibat luapan air di kali sokong, banjir tersebut menggenangi rumah warga sekitar kali. Jika hujan terus mengguyur daerah Tanjung maka kemungkinan kan terjadinya banjir akan berulah kembali. Sudah seharusnya warga diberikan kesadaran dan larangan keras untuk membuang sampah di sekitar kali, jika ada yang melanggar mustinya diberikan sangsi berupa denda yang kemudian denda akan dimasukkan ke kas daerah yang suatu hari dapat digunakan untuk membangun fasilitas daerah. Mengapa seluruh warga harus mendapat sangsi keras ini disebabkan karena usaha pemerintah untuk membuat mereka sadar belum juga terlaksana ini terbukti dengan adanya tong-tong sampah dipinggiran sungai yang masih belum bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika bukan kita sendiri yang menjaga bumi lalu siapa lagi.(enon/i2klu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar