Panduan Perjalanan Wisata ke Pulau Lombok NTB Indonesia
Pulau Lombok saat ini sudah sangat dikenal di manca negara, Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.
Sejarah pulau Lombok
Lombok (penduduk pada tahun 1990: 2.403.025) adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya dengan semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah 4.725 km (sedikit lebih kecil daripada Bali). Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram, sekaligus sebagai ibukota provinsi.
Lombok termasuk provinsi Nusa Tenggara Barat dan pulau ini sendiri dibagi menjadi 4 kabupaten dan 1 kota:
Kotamadya Mataram dengan ibukota Mataram Kabupaten Lombok Barat dengan ibukota Gerung Kabupaten Lombok Tengah dengan ibukota Praya Kabupaten Lombok Timur dengan ibukota Selong Kabupaten Lombok Utara dengan ibukota Tanjung, Pulau Lombok Terkenal dengan G. Rinjani, Gili, dan … Pelecingan!
Sejarah
Kerajaan Selaparang merupakan salah satu kerajaan tertua yang pernah tumbuh dan berkembang di pulau Lombok, bahkan disebut-sebut sebagai embrio yang kemudian melahirkan raja-raja Lombok masa lalu. Terbukti penamaan pulau ini juga sering disebut sebagai bumi Selaparang atau dalam istilah lokalnya sebagai Gumi Selaparang.
Asal muasal Setidak-tidaknya ada tiga pendapat tentang asal muasal kerajaan Selaparang (Buku Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat, 2002).
Pertama
disebutkan bahwa kerajaan ini merupakan proses kelanjutan dari kerajaan tertua di pulau Lombok, yaitu “Kerajaan Desa Lae” yang diperkirakan berkodudukan di Kecamatan Sambalia, Lombok Timur sekarang. Dalam perkembangannya masyarakat kerjaan ini berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan di Kecamatan Aikmel dan diduga berada di Desa Sembalun Sekarang.
Dan ketika Gunung Rinjani meletus, penduduk kerajaan ini terpencar-pencar yang menandai berakhirnya kerajaan. Betara Indra kemudian mendirikan kerajaan baru bernama Kerajaan Suwung, yang terletak di sebelah utara Perigi sekarang.Setelah berakhirnya kerajaan yang disebut terakhir, barulah kemudian muncul Kerajaan Lombok atau Kerajaan Selaparang.
Kedua
disebutkan bahwa setelah Kerajaan Lombok dihancurkan oleh tentara Majapahit, Raden Maspahit melarikan diri ke dalam hutan dan sekembalinya tentara itu Raden Maspahit membangun kerajaan yang baru bernama Batu Parang yang kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Selaparang.
Ketiga
disebutkan bahwa pada abad XII, terdapat satu kerajaan yang dikenal dengan nama kerajaan Perigi yang dibangun oleh sekelompok transmigran dari Jawa di bawah pimpinan Prabu Inopati dan sejak waktu itu pulau Lombok dikenal dengan sebutan Pulau Perigi. Ketika kerajaan Majapahit mengirimkan ekspedisinya ke Pulau Bali pada tahun 1443 yang diteruskan ke Pulau Lombok dan Dompu pada tahun 1357 dibawah pemerintahan Mpu Nala, ekspedisi ini menaklukkan Selaparang (Perigi?) dan Dompu.
Bahasa
Dengan mengacu kepada ahli sejarah berkebangsaan Belanda, L. C. Van den Berg yang menyatakan bahwa, berkembangnya Bahasa Kawi sangat mempengaruhi terbentuknya alam pikiran agraris dan besarnya peranan kaum intelektual dalam rekayasa sosial politik di Nusantara.
Fathurrahman Zakaria (1998) menyebutkan bahwa para intelektual masyarakat Selaparang dan Pejanggik sangat mengetahui Bahasa Kawi. Bahkan kemudian dapat menciptakan sendiri aksara Sasak yang disebut sebagai jejawen. Dengan modal Bahasa Kawi yang dikuasainya, aksara Sasak dan Bahasa Sasak, maka para pujangganya banyak mengarang, menggubah, mengadaptasi, atau menyalin manusia Jawa kuno ke dalam lontar-lontar Sasak.
Lontar-lontar dimaksud, antara lain Kotamgama, lapel Adam, Menak Berji, Rengganis, dan lain-lain. Bahkan para pujangga juga banyak menyalin dan mengadaptasi ajaran-ajaran sufi para walisongo, seperti lontar-lontar yang berjudul Jatiswara, Lontar Nursada dan Lontar Nurcahya. Bahkan hikayat-hikayat Melayu pun banyak yang disalin dan diadaptasi, seperti Lontar Yusuf, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Sidik Anak Yatim, dan sebagainya.
Dengan mengkaji lontar-lontar tersebut, menurut Fathurrahman Zakaria (1998) kita akan mengetahui prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam rekayasa sosial politik dan sosial budaya kerajaan dan masyarakatnya.
Dalam bidang sosial politik misalnya, Lontar Kotamgama lembar 6 lembar menggariskan sifat dan sikap seorang raja atau pemimpin, yakni Danta, Danti, Kusuma, dan Warsa. Danta artinya gading gajah; apabila dikeluarkan tidak mungkin dimasukkan lagi. Danti artinya ludah; apabila sudah dilontarkan ke tanah tidak mungkin dijilat lagi. Kusuma artinya kembang; tidak mungkin kembang itu mekar dua kali. Warsa artinya hujan; apabila telah jatuh ke bumi tidak mungkin naik kembali menjadi awan. Itulah sebabnya seorang raja atau pemimpin hendaknya tidak salah dalam perkataan.
Selain itu, dalam lontar-lontar yang ada diketahui bahwa istilah-istilah dan ungkapan yang syarat dengan ide dan makna telah dipergunakan dalam bidang politik dan hukum, misalnya kata hanut (menggunakan hak dan kewajiban), tapak (stabil), tindih (bertata krama), rit (tertib), jati (utama),tuhu (sungguh-sungguh), bakti (bakti, setia), atau terpi (teratur).
Dalam bidang ekonomi, seperti itiq (hemat), loma (dermawan), kencak (terampil), atau genem (rajin). Pariwisata Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krismon dan krisis-krisis lainnya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali.
Pesona wisata
Potensi Wisata Lombok Bukan Hanya Gunung Rinjani Pariwisata Lombok bukan hanya mengandalkan Gunung Rinjani tapi juga sejumlah pantai yang terbentang disepanjang pulau Lombok. Kawasan pantai Senggigi selalu ramai oleh turis, baik yang sedang berenang dipinggiran pantai maupun yang sedang berjalan-jalan menyusuri kawasan pantai atau dengan menggunakan perahu sewaan.
Pantai ini berjarak 6 km dari Bandara Selaparang, Mataram. Kawasan pantai sudah dilengkapi berbagai fasilitas seperti penginapan, tempat hiburan, hingga pasar seni yang menjual aneka barang seni produk lokal. Malam hari biasanya diadakan pertubjukan tari tradisional ditempat terbuka. Banyak wisatawan manca negara terpesona oleh wisata lombok, selain pantainya yang berombak tenang dengan panorama yang indah, juga karena keindahan taman laut di Lombok.
Keindahan wisata di Lombok selain dipantai Senggigi adalah kawanan pulau kecil yang terdiri dari Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan, pulau-pulau kecil ini terletak di sebelah barat laut
Gunung Rinjani
Pesona Wisata Gunung Rinjani Gunung yang berada di ketinggian 3.726 meter dpl ( di atas permukaan laut) yang terbentang dalam kawasan taman nasional seluas 41.330 hektar, menawarkan pesona alam yang mampu mengundang decak kagum. Itulah sebabnya mengapa wisata anda kurang lengkap jika belum mengunjungi gunung Rinjani. Panorama yang indah disepanjang jalur pendakian yang terbentang dari lombok barat sampai lombok timur, perpaduan alam hutan hujan pegubungan dengan savana khas nusa tenggara.
Di lembah sebelah barat terdapat danau segara anakan yang luasnya 1.100 hektar. danau yang berada diketinggian 2.008 mdlp ini mempunyai air yang berbau belerang. Selain keindahannya ditengah-tengah danau muncul gunung vulkanik baru, yang oleh masyarakat setempat diberu nama gunung baru jari.
Tidak jauh dari danau, terdapat permandian air panas, permandiaan ini dapat melepas lelah setelah melakukan pebdakian. Sebelum anda mencapai puncak, dipos terakhir, plawangan sembalun, anda dapat meliht matahari terbenam. Matahari akan tengelam perlahan-lahan dibalik gunung sengkareng. Gunung rinjani merupakan wisata andalan pulau lombok dalam rangka menggaet wisatawan.
Meskipun berada diseberang pulau, kawasan ini dapat dicapai dengan angkitan umum yang akan mengantarkan anda menuju pelabuhan Bangsal, dari sini perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu motor sewaan. Diantara ketiga gili, gli trawangan yang banyak diminati turis, maklum saja karena fasilitas dipulau ini lengkap, misalnya pub, bar kafe dan restoran cepat saji.
Menjelang Hari Raya, Tanjung Padat
Beberapa hari menjelang hari raya idul fitri 1431H, jalan-jalan di sekitar ibu kota Kabupaten Lombok Utara terlihat ramai di kunjungi orang,jika pada hari-hari biasa kepadatan hanya terpusat di beberapa tempat namun tiga hari menjelang lebaran, pusat perbelanjaan di daerah pertokoan di tanjung dipadati oleh pengunjung, tidak hanya baju lebaran namun kue-kue lebaran pun banyak diserbu pembeli. Segala perlengkapan khas lebaran habis terjual.
Suasana ramai menjelang lebaran tidak hanya terjadi di kompleks pertokoan saja,nasabah di beberapa Bank yang terdapat di KLU seperti BRI dan Bank NTB membludak. Untuk berbelanja dibutuhkan uang, uang di dapat dengan mengambil dari bank, terang saja banyak nasabah yang datang ke bank.
Perbedaan kondisi ini hanya berlangsung di hari-hari tertentu saja, jalan raya tanjung akan normal dalam kondisi biasa.(i2klu)
Suasana ramai menjelang lebaran tidak hanya terjadi di kompleks pertokoan saja,nasabah di beberapa Bank yang terdapat di KLU seperti BRI dan Bank NTB membludak. Untuk berbelanja dibutuhkan uang, uang di dapat dengan mengambil dari bank, terang saja banyak nasabah yang datang ke bank.
Perbedaan kondisi ini hanya berlangsung di hari-hari tertentu saja, jalan raya tanjung akan normal dalam kondisi biasa.(i2klu)
KLU dapat Bantuan sapi Jantan
Tanjung - (26/8/2010) dua kelompok peternak sapi yang ada di Dusun Papak Desa Genggelang Kecamatan Gangga, hari ini mendapatkan bantuan dua (2) ekor sapi pejantan dari Bank Indonesia, bantuan tersebut di harapkan mampu meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di kandang kolektif kelompok peternak yang juga di hadiri Bupati Lombok Utara serta pihak terkait lainnya.
Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH mengatakan, bantuan ini patut kita syukuri karena disisi lain juga menandakan cara beternak yang di terapkan para anggota kelompok khusuna di KLU sudah dapat di lakukan dengan baik. “untuk itu kedepan potensi ini akan terus di kembangakan terlebih secara geografisi KLU sangat cocok untuk peternakan,“ ungkapnya. Sementara Deputi Gubernur BI, Muliaman D. Hada, dalam kesempatan tersebut menjelaskan, kita ingin melihat potensi apa yang dapat kita bantu untuk masyarakat yang sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan, dan pastinya untuk peningkatan kesejahtraan.
“Perlu di ingat, prinsipnya kita tidak hanya memberikan sapi saja akan tetapi yang terpenting bagaimana masyarakat tersebut harus mampu mengurusnya. Disamping itu program ini bekerjasama dengan fakultas Peternakan Unram, karena pemberian bantuan permodalan
ataupun material secara tehnis juga harus ada yang mengurusnya. “Bukan hanya di sektor peternakan saja akan kita bantu tetapi di sektor pertanian juga akan kita beri bantuan“ tandasnya. (i2klu)
Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH mengatakan, bantuan ini patut kita syukuri karena disisi lain juga menandakan cara beternak yang di terapkan para anggota kelompok khusuna di KLU sudah dapat di lakukan dengan baik. “untuk itu kedepan potensi ini akan terus di kembangakan terlebih secara geografisi KLU sangat cocok untuk peternakan,“ ungkapnya. Sementara Deputi Gubernur BI, Muliaman D. Hada, dalam kesempatan tersebut menjelaskan, kita ingin melihat potensi apa yang dapat kita bantu untuk masyarakat yang sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan, dan pastinya untuk peningkatan kesejahtraan.
“Perlu di ingat, prinsipnya kita tidak hanya memberikan sapi saja akan tetapi yang terpenting bagaimana masyarakat tersebut harus mampu mengurusnya. Disamping itu program ini bekerjasama dengan fakultas Peternakan Unram, karena pemberian bantuan permodalan
ataupun material secara tehnis juga harus ada yang mengurusnya. “Bukan hanya di sektor peternakan saja akan kita bantu tetapi di sektor pertanian juga akan kita beri bantuan“ tandasnya. (i2klu)
MATI LAGI?
Tanjung 15 Agustus 2010. Listrik padam lagi, janji tingal janji. Untuk apa ada deklarasi, untuk apa presiden RI berkunjung ke NTB? Pertanyaan- pertanyaan itu muncul dari sejumlah warga tak terkecuali masyarakat awam. Bahkan celutukan maupun suara-suara sumbang sering terdengar “lebih baik kembali saja ke zaman purba dimana tidak ada lampu daripada mati mati terus” ungkap salah seorang warga yang merasa dirugikan oleh pemadaman listrik.
Tidak biasanya pemadaman listrik malam ini berlangsung lama. Jika sebelumnya pemadaman hanya terjadi 5 menit namun malam ini (14/8/2010) sudah 1 jam lamanya listrik tak kunjung menyala. i2 KLU mencoba bertanya pada salah satu pegawai PLN menurut Andy, A.Md salah seorang staf Ophardist PLN mengungkapkan penyebab padamnya listrik yakni adanya kerusakan 3 buah mesin di PLTD ampenan, sehingga menyebabkan gangguan sistem yang berakibat pada berkurangnya daya pembangkit.”
Masyarakat luas tetap berharap agar tidak terjadi pemadaman listrik karena tidak hanya membuat KLU menjadi gelap gulita tapi beberapa industri rumah tangga ikut terganggu. Jika pemadaman terus saja berlangsung, masyarakat merasa dibohongi oleh janji-janji yang diungkapkan pihak PLN, apalagi di bulan ramadahan ini banyak kegiatan yang dilakukan warga dan dibituhkan adanya penerangan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.(i2klu)
Tidak biasanya pemadaman listrik malam ini berlangsung lama. Jika sebelumnya pemadaman hanya terjadi 5 menit namun malam ini (14/8/2010) sudah 1 jam lamanya listrik tak kunjung menyala. i2 KLU mencoba bertanya pada salah satu pegawai PLN menurut Andy, A.Md salah seorang staf Ophardist PLN mengungkapkan penyebab padamnya listrik yakni adanya kerusakan 3 buah mesin di PLTD ampenan, sehingga menyebabkan gangguan sistem yang berakibat pada berkurangnya daya pembangkit.”
Masyarakat luas tetap berharap agar tidak terjadi pemadaman listrik karena tidak hanya membuat KLU menjadi gelap gulita tapi beberapa industri rumah tangga ikut terganggu. Jika pemadaman terus saja berlangsung, masyarakat merasa dibohongi oleh janji-janji yang diungkapkan pihak PLN, apalagi di bulan ramadahan ini banyak kegiatan yang dilakukan warga dan dibituhkan adanya penerangan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.(i2klu)
KLU akan segera miliki TPA
Tanjung, KLU - 26/07/2010. Berdasarkan hasil survey tim 9 yang dikoordinir oleh Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara akhirnya dapat ditentukan 3 lokasi sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yaitu di Dusun Jugil dengan luas kurang lebih 4,4 Ha, Dusun Gondang dengan luas kurang lebih 1,5 dan Dusun Sankukun dengan luas kurang lebih 4,0 Ha.
Meskipun hasil survey dan data-data serta dukungan dari Camat Gangga telah menunjukkan bahwa Dusun Jugil Desa Sambikbangkol merupakan tempat yang paling layak sebagai Tempat Pembuangan Ahir (TPA) namun hal ini belum mendapat kejelasan yang pasti.
Anggaran untuk relokasi TPA telah ada ini sesuai dengan DKPPKAD-KLU sebagaimana surat Nomor 939/06-B.PA/DPPKAD/2010 yang merujuk kepada surat Kepala Kantor Lingkungan Hidup KLU Nomor 46/660/KLH/2010 tertanggal 3 Desember 2009 perihal pengadaan tanah untuk TPA telah di sampaikan bahwa anggaran dalam APBD KLU untuk pengadaan tanah lokasi TPA sejumlah Rp. 900.000.000 dan dapat direalisasikan pada triwulan pertama tahun 2010.
Hasil survey tim 9 dan hasil rekomendasi dari camat gangga akan segera ditindaklanjuti oleh karena itu anggaota DPRD KLU akan segera menghadirkan pihak terkait baik dari tim 9 maupun Bupati KLU untuk segera mengkroscek kebenaran informasi dan mencari solusi yang tepat.
Ketua DPRD-KLU, Maryadi,S Ag, menyebutkan Lombok Utara bahwa dalam waktu secepatnya pihak DPRD akan mengundang pihak terkait, meski dalam agenda rencana kerja DPRD tidak tercantum jadwal tersebut, namun karena ini persoalan yang cukup krusial yang segera diselesaikan,maka kami dari pihak DPRD sekali lagi mengatakan segera akan mengundang mereka. Dikhawtirkan dengan berlarut-larutnaya phenomena ini dapat mengundang reaksi baik dari pihak pemilik lahan yang rencana dijadikan sebagai lokasi TPA maupun dari masyarakat sendiri akibat dari belum tersedianya lokasi TPA yang pasti. Maryadi juga mengakui bahwa kecendrungan masyarakat untuk membuang sampah di tempat-tempat tepi kali dan irigasi yang jelas akan bermuara ke pantai dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Ia juga mengakui adanya protes dari warga melalui Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan Hidup dan beberapa warga KLU ungkap Maryadi. (i2klu)
Meskipun hasil survey dan data-data serta dukungan dari Camat Gangga telah menunjukkan bahwa Dusun Jugil Desa Sambikbangkol merupakan tempat yang paling layak sebagai Tempat Pembuangan Ahir (TPA) namun hal ini belum mendapat kejelasan yang pasti.
Anggaran untuk relokasi TPA telah ada ini sesuai dengan DKPPKAD-KLU sebagaimana surat Nomor 939/06-B.PA/DPPKAD/2010 yang merujuk kepada surat Kepala Kantor Lingkungan Hidup KLU Nomor 46/660/KLH/2010 tertanggal 3 Desember 2009 perihal pengadaan tanah untuk TPA telah di sampaikan bahwa anggaran dalam APBD KLU untuk pengadaan tanah lokasi TPA sejumlah Rp. 900.000.000 dan dapat direalisasikan pada triwulan pertama tahun 2010.
Hasil survey tim 9 dan hasil rekomendasi dari camat gangga akan segera ditindaklanjuti oleh karena itu anggaota DPRD KLU akan segera menghadirkan pihak terkait baik dari tim 9 maupun Bupati KLU untuk segera mengkroscek kebenaran informasi dan mencari solusi yang tepat.
Ketua DPRD-KLU, Maryadi,S Ag, menyebutkan Lombok Utara bahwa dalam waktu secepatnya pihak DPRD akan mengundang pihak terkait, meski dalam agenda rencana kerja DPRD tidak tercantum jadwal tersebut, namun karena ini persoalan yang cukup krusial yang segera diselesaikan,maka kami dari pihak DPRD sekali lagi mengatakan segera akan mengundang mereka. Dikhawtirkan dengan berlarut-larutnaya phenomena ini dapat mengundang reaksi baik dari pihak pemilik lahan yang rencana dijadikan sebagai lokasi TPA maupun dari masyarakat sendiri akibat dari belum tersedianya lokasi TPA yang pasti. Maryadi juga mengakui bahwa kecendrungan masyarakat untuk membuang sampah di tempat-tempat tepi kali dan irigasi yang jelas akan bermuara ke pantai dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Ia juga mengakui adanya protes dari warga melalui Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan Hidup dan beberapa warga KLU ungkap Maryadi. (i2klu)
Langganan:
Postingan (Atom)

