PENGHIJAUAN SEDERHANA DEMI MASA DEPAN DI LOMBOK UTARA

0 komentar

Pendistribusian bibit Sengon Mahoni dan Jati

Penyerahan Bibit kepada salah seorang anggota karang taruna


Sokong - KLU - (30 Januari 2013) Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis Iingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Lingkunagn kita sudah mengalami Pemanasan Global, dan dengan adanya penghijauan yang dilakukan oleh masyarakat membuat kita dapat sedikit menanggulangi dari Pemanasan Global tersebut. Udara yang sudah tercemar akan bisa segera bersih kembali karena adanya Penghijauan.
Seperti halnya berita yang masih hangat dibicarakan masyarakat Lombok Utara khususnya adalah berita longsor di lokasi kawasan Pusuk, hal ini tidak lain dan tidak bukan sebabnya adalah penebangan pohon, sehingga ketika hujan turun longsorpun tidak bisa dicegah. Dan tentu saja kejadian yang ditimbulkan sangat merugikan manusia. Oleh karena itu agar lingkungan tetap terjaga hendaknya mengadakan penghijauan baik secara bersama ataupu dilakukan sendiri dengan sederhana. Beberapa lembaga kepemudaan tergerak Utara untuk melaksanakan program penghijauan di Kabupaten Lombok Utara salah satunya adalah para pemuda  yang tergabung dalam organisasi kepemudaan Karang Taruna Tunas Muda Sokong di bantu oleh Pemerintah setempat. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pendistribusian bibit Sengon mahoni dan Jati ke dua Dusun di Desa Sokong yaitu Dusun Tanaq Sangar dan Dusun Pengembuk. “Kerja sedikit tapi real masyarakat merasakan manfaatnya, kalau bukan kita, siapa lagi?” tutur Anton salah seorang anggota (Ftr/As/i2klu)



PONPES NURUL BAYAN GELAR DISKUSI PUBLIK MENCEGAH RADIKALISME

0 komentar

pembicara dalam kegiatan diskusi

Para peserta diskusi siswa dan tokoh masyarakat

Pihak kepolisian turut hadir dalam kegiatan 

Bayan - KLU - (30 Januari 2013) Radikalisme adalah suatu paham yang menghendaki adanya perubahan/pergantian terhadap suatu sistem di masyarakat sampai ke akarnya, jika perlu dilakukan dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Atau menginginkan adanya perubahan total terhadap suatu kondisi atau semua aspek kehidupan masyarakat.
Selain agama, radikalisme juga sudah “menjangkiti” aliran-aliran sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Ada anggapan di kalangan masyarakat awam bahwa radikalisme hanya dilakukan oleh agama tertentu saja, dan anggapan itu memang tidak salah. Kelompok radikal di negeri ini tumbuh subur. Mereka masih bebas melancarkan serangan dengan merusak nilai-nilai kemanusiaan.
Di Indonesia, aksi kekerasan (teror) yang terjadi selama ini kebanyakan dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan/mendompleng agama tertentu. Agama dijadikan tameng oleh mereka untuk melakukan aksinya. Selain itu mereka juga memelintir sejumlah pengertian dari kitab suci. Teks agama dijadikan dalih oleh mereka untuk melakukan tindak kekerasan atas nama jihad. Beberapa pelaku yang sudah ditangkap oleh aparat keamanan, ternyata dari kelompok Islam garis keras (Islam radikal).
Selama dunia belum berakhir, Islam radikal akan tetap ada, termasuk di Indonesia. Namun, semua aksi kekerasan atas nama agama sangat tidak dibenarkan, baik menurut hukum agama dan hukum negara. Kita yakin bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan terhadap sesama umat manusia, yang ada adalah saling menghormati dan mengasihi antar sesama makhluk ciptaan Tuhan.
Gerakan ini sebenarnya bisa dicegah, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan peran ulama atau pesantren untuk mendakwahkan nilai-nilai luhur agama Islam.
Oleh karena itu pada tanggal 28 Januari lalu di Pondok Pesantren Nurul Bayan diselenggarakan diskusi publik dengan tema Penguatan Peran Pesantren dalam Upaya mencegah dan Penanggulangan Radikalisme.
Pada kegiatan ini selain dihadiri oleh para siswa dan pengurus yayasan Pondok Pesantren Nurul Bayan dan Ulama, juga dihadiri oleh bebrapa organisasi kepemudaan dari lembaga karang taruna di Lombok Utara serta masyarakat dan beberapa aparat keamanan untuk mengamankan kegiatan.
Salah seorang peserta diskusi dari salah satu lembaga kepemudaan karang taruna Sehartian menjelaskan “isi dari diskusi tersebut adalah bertujuan untuk mencegah nilai-nilai radikalisme dalam Islam, dimana nantinya diharapkan para siswa dan masyarakat mampu membangun konstalasi humanisme dalam Islam berdasarkan prinsip kemanusiaan, membangun Islam sebagai agama Rahmatan Lil’alamin serta dapat menengakkan agama Islam sebagai agama yang damai, yang mampu menopang dan berdampingan dengan agama lain di Kabupaten lombok Utara khususnya”.
Harapan bagi semua warga dan panitia penyelenggara semoga kegiatan yang diselenggarakan dapat tepat bermanfaat dan tepat sasaran yaitu membangun Islam dengan konsep kearifan lokal sehingga kerukunan umat beragama akan tetap terjaga dan kondisi yang aman dan kondusif adalah tujuan akhir bersama. (Ftr/As/i2klu)

KETUA DPRD KLU MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD DI DUSUN BETUMPING

0 komentar


Kepala Desa Sokong membuka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 
1434H

Masyarakat Dusun Betumping seusai do'a bersama

Kepala Desa Sokong menyerahkan proposal pembangunan jalan lintas dusun 
kepada ketua DPRD KLU


Sokong - KLU - (24 Januari 2013) Banyak cara meluapkan kegembiraan saat perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau lebih populer dengan istilah Maulid Nabi. Maulid Nabi di Indonesia di rayakan pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriah. Maulid Nabi Muhammad SAW 1434H tahun ini bertepatan pada tanggal 24 Januari 2013 kemarin. Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan Syair Barzanji dan pengajian. 

Seperti halnya masyarakat di Dusun Betumping Desa Sokong Kecamatan Tanjung, warga beserta lembaga kepemudaan di Desa Sokong mengadakan acara pengajian yang disertai dengan membaca Shalawat Nabi kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama.

Namun ada yang berbeda dalam Maulid Nabi kali ini, dihadiri oleh para pemuda, masyarakat dan Kepala Desa Sokong  Haji Syafaruddin ternyata juga  Ketua DPRD kabupaten Lombok Utara Bapak Mariadi, S.Ag juga hadir guna menghadiri undangan dari kepala Desa dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan kali ini dimanfaatkan oleh masyarakat diwakili oleh Bapak Kepala desa Sokong Syafruddin menyerahkan proposal permohonan pembangunan jalan lintas dusun, yang pembangunan jalan lintas dusun ini nantinya akan menghubungkan antara Dusun Tanaq Segar, Dusun Murjemeneng dan Dusun Betumping. Bersama proposal ini harapan masyarakat Desa Sokong semoga perbaikan sarana dan prasarana di Desa Sokong Khususnya Perbaikan Jalan semoga akan segera dapat terealisasikan. (Ftr/As/i2klu)




KARANG TARUNA TUNAS MUDA SOKONG BERBAGI KASIH DENGAN ANAK YATIM

0 komentar

Salah seorang anggota karang Taruna memberikan santunan 

Berfoto bersama anak yatim di Desa Sokong


Sokong - klu - (21 Januari 2013)  Memasuki awal tahun 2013 karang taruna Tunas Muda Sokong yang merupakan salah satu lembaga kepemudaan yang aktif di Desa Sokong mengadakan syukuran sekaligus berbagi bersama anak yatim yang ada di Desanya. Ini adalah salah satu agenda dari berbagai kegiatan sosial lainnya, salah satu anggota karang taruna Anton mengungkapkan “kami mencoba berbagi dan merasakan getaran hati adik-adik yang ditinggalkan oleh orang tuanya. Melalui kegiatan ini juga kami berikhtiar dari Kr Taruna Sokong untuk membangun strata sosial masyarakat agar lebih bermartabat” terangnya.
Dalam acara dilaksanakan 18 Januari lalu, anak-anak yatim dan anak-anak jalanan itu terlihat bahagia mendapat makanan dan minuman dari  panitia, selain mendapatkan santunan berupa makanan dan minuman mereka juga mendapatkan santunan berupa uang tunai. Harapan bagi masyarakat Desa Sokong khususnya dan masyarakat Lombok Utara umumnya semoga kegiatan positif seperti ini rutin dilaksanakan di berbagai tempat agar benar-benar dapat menciptakan masyarakat yang bermartabat dapat tercapai. (Ftr/As/i2klu).



PENGRAJIN BAMBU ALAM DESA PEKATAN MENDAPAT PERHATIAN PEMERINTAH DAN PEMUDA

0 komentar

Ibu Hj. Dyah Ratu Ganefi, SH berbicara dihadapan para pengrajin

Ibu Hj. Dyah Ratu Ganefi, SH Bersama para pengrajin bambu

Bantuan langsung untuk para pengrajin bambu

Memberikan bantuan langsung kepada para pengrajin bambu


Pekatan – KLU – (19 Januari 2013) Siapa yang tidak tahu bambu nih? Bambu masih dinilai material tradisional, banyak orang mengidentifikasikan bambu sebagai material bangunan. Padahal bambu sendiri mempunyai sejuta manfaat untuk dijadikan berbagai pernak - pernik kerajinan tangan dan perkakas rumah tangga lainnya.

indonesia menjadi salah satu penghasil bahan baku rotan dan bambu terbesar di dunia setelah negara China. Karena kurang nya minat untuk memanfaatkan bambu maka produksi nya pun sedikit. Oleh karena itu sudah Seharus nya pemerintah lebih gencar mengenalkan bambu kepada masyarakat sebagai usaha ekonomi kreatif yang mampu mengatasi angka pengangguran setiap tahun nya

Adalah Dusun Pekatan yang terletak di Desa Jenggala Kecamatan Tanjung Lombok Utara merupakan tempat berkumpulnya para pengrajin bambu lokal sejak berpuluh-puluh tahun lamanya. Beberapa macam kerajinan yang dibuat yaitu berupa bakul, sejenis tempat penyimpanan beras dan berbagai perkakas dapur laiinya.

Melihat potensi masyarakat yang ada, pemerintah beserta himpunan mahasiswa lombok utara dan Ikatan Wanita pengusaha Perempuan Indonesia (IWAPI) mencoba menyelenggarakan kegiatan yang tujuannya adalah mengangkat hak hak Tradisional masyarakt KLU lewt kerajinan Tangan guna mempertahankan nilai-nilai tradisional dan sekaligus mengangkat kemandirian ekonomi masyarakat pekatan.

17 Januari 2013 lalu berlangsung pertemuan antara Ibu Hj. Dyah Ratu Ganefi, SH anggota DPD RI,  Ikatan Wanita Pengusaha Perempuan Indonesia (IWAPI), himpunan Mahasiswa Lombok Utara beserta para pengrajin bambu dari Desa Pekatan yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Salah seorang anggota himpunan mahasiswa lombok utara Anton Sehartian menerangkan “kegiatan ini adalah Salah satu dari program Pemuda mahasiswa KLU yaitu menemukan kembali nilai nilai kearifan lokal serta mencoba mengangkat kemandirian ekonomi masyarakat lewat kerajinnan tangan dan pasar tradisional di Lombok Utarta, dimana dalam kegiatan ini kita Mendiskusikan program kerjasama dengan Ikatan pengusaha perempuan indonesia dibidang handy craf, dan ibu  Dyah Ratu Ganefi SH, anggota DPD RI siap memback up upaya kami untuk mengangkat nilai-niali tradisional. Melalui kesempatan ini juga kami dan pemerintah daerah mencoba memupuk harapan bagi pengrajin bambu dan hand craf untuk bisa membuat salah satu Pasar tradisional di Lombok Utara, dimana diharapkan nantinya masyarakat dapat memasarkan hasil kerajinannya sehingga bukan hanya dapat menembus pasar lokal saja, namun nasional dan internasional
Melalui pertemuan ini juga, pemerintah memberikan bantuan langsung kepada pengrajin setempat berupa uang tunai yang nantinya diharapkan dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan potensi masyarakat.

Maka sudah menjadi kewajiban seluruh masyarakat Lombok Utara untuk mengembangkan potensi dari daerah tercinta ini, dan harapan bersama dari kegiatan semacam ini adalah dapat meningkatkan kwalitas kehidupan masyarakat Pekatan khususnya dan masyarakat Lombok Utara Umumnya. (Ftr/i2klu)