PEMANFAATAN EKS PASAR TANJUNG OLEH PEMERINTAH SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN PARA PEDAGANG KAKI LIMA DAN ASONGAN.

0 komentar


 Tempat dibangunnya Shelter Eks Pasar Tanjung 

            Tanjung, KLU – (23 Oktober 2012) Tanjung merupakan pusat pemerintahan sementara dari Kabupaten Lombok Utara yang baru beberapa tahun berdiri, perkembangan wilayah ini dapat dikatakan lebih cepat dari wilayah lain di daerah Lombok Utara ini, perbaikan tata kota dan infrastruktur lainnya dari waktu ke waktu selalu di usahakan oleh pemerintah setempat, hal ini adalah tidak lain untuk mendapatkan tata kota baik.

            Seiring dengan berkembangnya wilayah ini dalam berbagai aspek khususnya bidang perekonomian, di sepanjang jalan tampak berdiri pertokoan-pertokoan dan juga tidak kalah banyaknya adalah para pedangang kaki lima yang menjajakan dagangannya baik disiang atau malam hari. Kondisi ini tidak luput dari perhatian pemerintah setempat, oleh karena itu pemerintah daerah mulai merencanakan memberikan tempat untuk para pedagang kaki lima, adalah Eks pasar Tanjung, lokasi ini sudah lama kosong dan mulai di manfaatkan oleh pemerintah setempat untuk menata tempat usaha pedagang kaki lima dan asongan di wilayah Lombok Utara. Program pembinaan pedangang kaki lima dan asongan ini sangatlah membawa dampak positif bagi para pedagang kaki lima dan asongan karena oleh pemerintah mereka di sediakan tempat yang layak, selain itu juga harapan pemerintah daerah serta masyarakat Lombok Utara agar terciptanya tata kota yang baik, dan kota yang bersih. (Ftr/i2klu)

AKIBAT ANGIN KENCANG NELAYAN DI DAERAH BANGSAL ISTIRAHATKAN PERAHU

0 komentar


Tumpukan Perahu Nelayan 
          
  Tanjung, KLU – (23 Oktober 2012) Bangsal, daerah ini berlokasi di Dusun Sorong Jukung Desa Tanjung Lombok Utara, merupakan daerah pesisir pantai yang penduduknya didominasi oleh para nelayan. Keberadaan pantai inilah yang menyebabkan para penduduk sekitar turun temurun menggantungkan hidup mereka di laut, keahlian melaut mereka dapatkan dari orang tua mereka yang juga seorang nelayan. Hampir sepanjang hari para nelayan akan berada di laut lepas dan akan kembali ke daratan kalau pagi sudah tiba untuk membawa hasil tangkapan mereka, begitu setiap harinya.

            Beberapa minggu terakhir pemandangan pesisir pantai ini tampak berbeda, perahu nelayan penuh berjejer di bibir pantai, dimana para nelayan tidak ada yang berani melaut. Kondisi ini adalah imbas dari perubahan cuaca beberapa minggu terakhir, dimana angin bertiup lebih keras dari biasanya. Menurut keterangan nelayan setempat Mahdi (37Th) “kami tidak melaut akhir-akhir ini, karna kondisi angin yang sangat kencang, kami akan kembali melaut kalau  kondisi cuaca sudah agak membaik”. Jelas saja kondisi seperti ini akan sangat merugikan para nelayan karna kegiatan yang merupakan mata pencaharian masyarakat satu-satunya di daerah ini harus terhenti sementara, untuk menyiasati hal itu terlihat beberapa nelayan memasang jaring dipinggiran pantai saja yang hasilnya tetu saja jauh tidak seberapa dibandingkan dari tangkapan mereka di tengah laut. (Ftr/i2klu)

PEMANDANGAN EROSI PANTAI DI PANTAI BAGEKBAIS DESA TANJUNG

0 komentar


Rusaknya Pesisir Pantai Akbiat Erosi

Sisa Bangunan Bungalau

            Tanjung, KLU – (23 Oktober 2012) Pantai merupakan salah satu lokasi favorit bagi kebanyakan masyarakat untuk mengisi hari libur mereka. Begitu juga dengan pantai Bagekbais, merupakan salah satu pantai yang berlokasi di wilayah Kabupaten Lombok Utara tepatnya di Desa Tanjung. Awalnya pantai ini ramai dikunjungi pengunjung karena suasana yang jauh dari pemukiman penduduk dan pantai yang bersih. Namun lain halnya dengan beberapa tahun belakangan ini, pemandangan tampak jelas berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, yang sebelumnya terdapat bungalau yang berdiri kokoh kini yang tampak adalah sisa-sisa bangunan yang runtuh, pohon-pohon yang berdiri kokoh pun sudah berupa onggokan kayu-kayu besar yang merusak pemandangan sehingga terlihat mengotori pantai

            Beberapa kerusakan panatai ini akibat dari terkikisnya material penyusun pantai oleh gelombang air laut yang biasa disebut erosi. Penyebab terjadinya erosi di daerah ini yaitu aktivitas masyarakat setempat yang dengan sengaja melakukan pengeboman beberapa tahun lalu di pantai ini, sehinga rusaknya terumbu-terumbu karang yang harusnya menahan gelombang air agar tidak mengikis pesisir pantai. (ftr/i2klu)

PELEPASAN CALON JAMA’AH HAJI LOMBOK UTARA LAPANGAN SUPERSEMAR TANJUNG RAMAI PEDAGANG

0 komentar

Tampak salah satu kerabat calon jama'ah haji yang sedang menunggu proses pelepasan
oleh Pemda Kab. Lombok Utara
 
Ramainya pedagang yang menjajakan dagangannya di loksai pelepasan calon jama'ah haji
 
 
Tanjung, KLU – (15 Oktober 2012) Lapangan Supersemar Tanjung 15 Oktober tampak ramai, terlihat dari banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat yang berjejer parkir, hari ini adalah dimana masyarakat Lombok Utara beramai-ramai mengantarkan kerabat mereka yang terdaftar sebagai calon jama’ah haji asal Lombok Utara dalam acara pelepasan oleh Pemda setempat untuk kemudian diberangkatkan menuju penampungan calon jama’ah haji di Mataram.
           
Senada dengan ramainya pengunjung, ramai pula pedangang. Masyarakat yang semula adalah pedangang yang berdomisili di sekitaran daerah Tanjung mamanfaatkan hari ini untuk menjajakan dagangan mereka di lokasi. (Ftr/i2KLU)

“JEMBATAN” MENJADI FUNGSI LAIN SALURAN PIPA AIR PDAM DI DUSUN PEKATAN KABUPATEN LOMBOK UTARA

0 komentar

Pipa Air PDAM sebagai Jembatan Alternatif Warga
 
Jenggala, KLU – (15 Oktober 2012) Seperti yang telah kami muat sebelumnya bahwa Dusun Pekatan yang berlokasi di Desa Jenggala Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara ini merupakan wilayah sumber aliran air pegunungan. Pipa-pipa raksasa PDAM sudah lama melintang di atas sungai Pekatan yang sekaligus menjadi penghubung dua dusun yaitu Dusun Pekatan dan Dusun Dasan Bangket Desa Bentek Kecamatan Gangga. Karena besar dan kokohnya pipa-pipa ini, menjadikan masyarakat setempat memanfaatkannya menjadi jembatan penghubung antara kedua Dusun tersebut. Oleh masyarakat setempat disebelah sisi pipa diberi bambu pembatas sebagai pegangan seadanya.

Memang ini bukan satu-satunya rute untuk menghubungkan kedua dusun, terdapat jalan raya tetapi jaraknya cukup jauh yang tidak mungkin dilalui pejalan kaki. Meskipun terlihat curam dan mengerikan tetapi mereka sudah terbiasa menggunakan jembatan tersebut. Menurut Inaq Sumarni pejalan kaki “kami melewati pipa-pipa ini setiap hari untuk menyebrang daripada harus menyebrang sungai yang hampir 2 meter dalamnya, kalau lewat jalan aspal jaraknya jauh”. (Ftr/i2KLU)