Pembangunan RSUD KLU Tertuda

0 komentar

Tanjung-(06/07/2011) Karena alasan kondisifitas dan terjadinya pro-kontra antara eksekutif dan legislatif serta berlarutnya polemik rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara tertunda, bahkan Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H. Beny Nugroho mengaku menyerah dalam melanjutkan rencana pembangunan rumah sakit.

Ini dikemukakan pada rapat pansus LKPJ dengan sejumlah SKPD diruang sidang DPRD KLU, (4/7/11/2011). “Saya tidak mampu lagi memperjuangkan program pembangunan RSUD tipe C KLU yang anggarannya dibantu oleh pemerintah pusat, padahal sebelumnya kami cukup optimis anggaran sebesar Rp. 120 miliar yang dijanjikan Kementerian Kesehatan dapat direalisasikan,” katanya.

Ditegaskan, mengingat kondisifitas pemerintah daerah yang kurang mendukung rencana pembangunan RSUD, sehingga pihak Dikes tidak bisa berbuat maksimal dan melakukan loby anggaran jika masih terjadi pro dan kontra, dan situasi yang terjadi ini sudah diketahui oleh pemerintah pusat.

Menaggapi peryataan tersebut, komisi III DPRD KLU, Abdul Gani, mengatakan, seharusnya kalimat itu tidak diucapkan oleh kepala Dikes, mengingat persepsi orang akan berbeda. Ungkapan kepala Dikes itu seakan-akan mengindikasikan ketidak mampuannya dalam melanjutkan upaya pembangunan RSUD yang sudah diprogramkan tahun 2010 lalu. “Banyak program yang belum mampu dirampungkan oleh Dikes, termasuk salah satunya pembangunan RSUD,” jelasnya.

Dikatakan, legislatif tidak melakukan presur terhadap Dikes dalam hal ini, namun hal-hal yang menjai fungsi legislatif, seperti pengawasan sistem penganggaran menjadi kewajiban legislatif untuk menayakannya kepada instansi terkait.-




Wabub Buka MTQ XXIV Tingkat Kabupaten Lombok Utara

0 komentar

Tanjung (4/7/2011)- Penyelenggaraan MTQ XXIV yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang di buka Sabtu 1/7 kemarin oleh wakil Bupati, H Najmul Ahyar,SH,MH, dihadiri oleh seluruh jajaran SKPD dan sejumlah 190 orang peserta termasuk dewah Hakim baik dari Kabupaten maupun dewan Hakim LPTQ dari Provinsi NTB.

Mengawali penyampaian Panitia, Plt Sekda KLU, Simparudin,SH, selain menyebutkan sejumlah peserta dan para Hakim Kabupaten dan dewan Hakim LPTQ dari Provinsi NTB sebelum dibuka pelaksanaan MTQ XXIV ini, Ia juga menyampaikan jumlah cabang yang dilombakan sebanyak 7 cabang dengan 46 orang untuk masing-masing juara. Simparudin menambahkan bahwa tujuan pelaksanaan MTQ XXIV yang diselenggarakan di lapangan Supersemar Tanjung ini dalam rangka menanamkan rasa cinta membaca,memahami,menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’annul Karim. Menumbuhkan rasa ingin tahu seni dalam membaca Al Qur’an, tata cara menulis serta pola pengamalan kandungan Al Qur’an serta meningkatkan iman dan taqwa ummat Islam sesuai ajaran Al Qur’an disamping menanamkan ras cinta sesama ummat manusia yang saling membutuhkan yang kemudian berdampak kepada cinta tanah air Indonesia. Sementara biaya untuk pelaksanaan kegiatan MTQ XXIV di tingkat Kabupaten Lombok Utara ini pendanaannya bersumber dari APBD tahun 2011 dan dengan persiapan waktu pelaksanaan sekitar dua minggu lamanya, terang Simparudin.

Wakil Bupati KLU, H Najmul Ahyar,SH,MH, mengawali sambutan lisannya menyampaikan salam Bapak Bupati atas ketidak hadirannya dalam pembukaaan MTQ XXIV ini dikarenakan beliau sedang berada di luar daerah dalam rangka fasilitasi pertemuan para Bupati Se Indonesia di Palembang. Kesempatan ini merupakan sebuah kepercayaan pemerintah pusat kepada pemerintah KLU karena dianggap mampu mengantarka kabupaten yang termuda ini untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan pembangunan, meski dengan usia relative sangat muda. H Najmul,menambahkan MTQ XXIV 2011 Kabupaten Lombok Utara ini di laksanakan sejak tanggal 2 sampai dengan 6 Juli 2011 pada lima arena sebagai berikut, Arena pertama di, Lapangan Supersemar Tanjung, Arena Kedua di Masjid Baiturrahim Tanjung, Arena Ketiga di Masjid Nurul Iman Tanak Song, Arena Keempat di Masjid Al Muttaqin Kandang Kaoq dan Arena Kelima di SMP Negeri I Tanjung. Dalam kesempatan yang sama, H Najmul Ahyar juga menyampaikan informasi tentang pemda KLU saat ini sedang menggoordinasikan pembentukan Depag KLU baik ditingkat Provinsi NTB maupun di Pusat. Hal ini yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat KLU yang mana, meski sudah terbentuk Kabupaten sendiri, namun belum memiliki Depag sendiri, ungkapnya seraya menutup sambutan dan membuka acara MTQ XXIV tahun 2011 yang ditandai dengan pemukulan Bedug.-

CATATAN PEMUDA DAN KEGIATANNYA DI KECAMATAN GANGGA

0 komentar

Tanjung-KLU (05/04/2011). Problem masyarakat dalam pengusahaan hasil-hasil pertanian dan kebun masyarakat di wilayah Kecamatan Gangga tersebut telah berlangsung cukup lama, produk-produk seperti kopi, kakao, fanili, cengkeh, kelapa, mangga, jambu mente dan pisang walau pun pernah mengalami kejayaannya hingga menjadi komoditas yang berhasil mengangkat kehidupan masyarakat namun sampai saat ini pengusaha dan pengelola komoditas dari hasil lahan tersebut masih memendam masalah mendasar diantaranya :

1. Pengelola dan pengusaha cenderung tradisional belum berorientasi pada kualitas.

2. Pengelola dan pengusaha masih berbasis oersonal tidak terlembaga sehingga menguntungkan pengumpul dan perpanjangan rantai pengusahaan produk.

3. Masih lemahnya akses informasi pasar dan tidak adanya kemitraan antara petani dan pengusahaan.

4. Penanganan pasca panen yang masih sederhana dan cenderung tradisional sehingga mengakibatkannilai tambah produk masih rendah.

5. Kurangnya dukungan dan asisten dari pemerintah berupa informasi, teknologi, permodalan maupun penguatan kelembagaan.

Peranan koperasi dan kelompok-kelompok usaha ekonomi produktif dalam arah menuju pengelolaan lahan dan pengusahaan produk-produk dan permodalan menuju hasil lahan yang lebih memberi manfaat i2klu.

PEMUDA GANGGA DAN KONDISINYA

0 komentar

Tanjung-KLU (04/04/2011). Kebutuhan sumber daya manusia yang mengetahui berbagi pengetahuan dan keterampilan, saat ini semakin mendesak terutama dalam menghadapi persaingan hidup yang semakin kompetitif. Golongan masyarakat yang berpendidikan rendah, dan tidak memiliki keterampilan perlu diberi kesempatan agar dapat mengembangkan diri dalam bekerja dan berusaha. Pengangguran adalah masalah yang sangat rentan dan benyak terjadi di daerah pedesaan-pedesaan di sekitar pinggiran kawasan Gunung Renjani khususnya di wilayah Kecamatan Gangga.

Sebagai kontribusi dari banyaknya warga penduduk khususnya pemuda yang masihbuta dalam pengelolaan lahan pertanian hal ini akan menambah beban tanggungan keluarga dan akhirnya akan berdampak pada rendahnya pendapatan perkapita masyarakat. Dalam kondisi pendapatan keluarga yang tidak seimbang dengan pendapatan dan pengeluaran untuk kebutuhan, maka akan memaksa masyarakat miskin untuk bekerja diberbagai lapangan pekerjaan yang kebanyakan tidak jelas arah dan masa depannya, karena sifatnya yang insidentif dan kondisi ini terus terjadi yang akhirnya akan berdampak pada strata sosial ekonomi di masyarakat yang tergolong penduduk miskin dan setengah pengangguran. Kelompok ini tidak hanya menjadi beban keluarga tetapi juga masyarakat dan negara serta berdanpak pada kehidupan sosial, ekonomi, keamanan, politik dan budaya yang sangat rawan i2klu.

AGENDA KONI KLU

0 komentar

Tanjung-KLU (03/04/2011). Untuk lebih mengefisienkan kondisi KONI saat ini terkait ketersediaan anggaran dana yanag ada dan permasalahan yang dirasakan mendesak untuk dicarikan solusinya maka berikut ini beberapa agenda KONI yang paling realistis segera dilaksanakan adalah: Mengadakan pertemuan dengan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat dengan agenda pembentukan Pengda masing-masing cabang olahraga yang dianggap mampu dan layak dikembangkan ; Memfasilitasi kegiatan-kegiatan olahraga baik yang bersifat penyelenggaraan kompetisi reguler atau non-reguler, pelatihan, kursus-kursus dan kegiatan olahraga lainnya yang bertujuan menghimpun atlit-atlit berbakat ; Persiapan pembentukan kepengurusan KONI yang definitif yang akan melanjutkan program-program olahraga yang sudah dan sedang diselenggarakan oleh pengurus Care Taker KONI KLU selama 8 bulan ini; Pengadaan sarana prasarana penunjang kegiatan olahraga yang akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia i2klu