Silaturahmi Kepala Dusun Montong Majalangu

0 komentar

Sambutan dari Kepala Desa Sokong Bapak Fajar Martha dalam rangka silaturahmi
Kepala Dusun Montong Majalangu

Tanjung, KLU - (06/03/2010) Silaturahmi Kepala Dusun sore itu yang bertempat di SDN 2 Sokong Tanjung, Kabupaten Lombok Utara dengan seluruh lapisan masyarakat berlangsung tertib.

Silaturahmi yang di hadiri oleh Tokoh Agama, Tokoh, Pemuda, dan Tokoh Adat berlangsung singkat namun penuh makna. Berdasarkan laporan panitia sore itu undangan yang seharusnya dihadiri oleh 100 orang warga masyarakat Montong Majalangu namun hanya terdapat sekitar 20an orang saja yang dapat hadir.

Silaturahmi ini dilakukan untuk menindaklanjuti atas telah dilantiknya Kepala Dusun Montong Majalangu beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan Kepala Dusun yang baru diharapkan mampu sebagai motivator, vasilitator bagi masyrakat Dusun Montong Majalangu.

Selanjutnya dalam isi sambutanya Bapak Syamsah sebagai Kepala Dusun yang baru menginginkan agar bisa bertemu dan shering dengan masyarakat seperti kutipan berikut ”tiang menginginkan adanya keterbukaan dari masyarakat, berkeluh kesah langsung dimana pun jika bertemu dengan tiang”.

Bapak Syamsah juga berharap adanya kerjasama masyarakat dalam mengendalikan suasana desa menjelang Pemilukada yang akan terlaksana dalam waktu dekat. Pertemuan sore itu juga dihadiri oleh Kepala Desa Sokong Bapak Fajar, Pak Fajar yang waktu itu diminta memberikan wejangan mengatakan agar Kepala Dusun dapat melayani masyarakat Dusun Montong Majalangu tanpa memandang dari unsur mana mereka berasal dan tanpa melihat apakah mereka waktu pemilihan Kepala Dusun waktu lalu memilih Pak Syamsah atau tidak karena mengingat Dusun Montong Majalangu yang merupakan dusun terbesar ke dua di Desa Sokong.

Banyaknya masyarakat yang mengalami masalah dalam hal pembuatan KTP sering terjadi di Montong Majalangu, padahal KTP dibutuhkan untuk mensukseskan pemilukada agar masyarakat bisa mendapatkan hak pilih. (enon15/i2klu)

Hujan mewarnai Maulid Akbar

0 komentar

Pembacaan Puisi oleh Bapak Fairus Abu Macel

Tanjung, KLU - Perayaan Maulid Akbar yang semestinya dirayakan dengan meriah namun tiba-tiba tersendat karna hujan turun dengan derasnya. Masyarakat Tanjung berbondong-bondong datang untuk menyaksikan Maulid Akbar yang dilaksanakan di Lapangan Supersemar Tanjung.

Malam itu (06/03/2010) langit terlihat gelap gulita, tak ada bintang yang ada hanya mendung sebelumnya sore hari pada hari itu udara terasa panas dan agak mendung. Cuaca yang tidak menentu ini memaksa panitia penyelenggara Maulid Akbar menggunakan alat untuk mencegah hujan turun. Sesaat langit berubah cerah dan bintang pun terlihat namun hal itu terjadi cukup singkat dengan alat tersebut.

Setelah lama menunggu acara Maulid belum juga dimulai ini dikarenakan tamu undangan yang utama yaitu Bapak Gubernur NTB belum juga datang ke acara. Untuk mengusir kebosanan masyarakat penitia menampilkan Cilokak untuk menghibur penonton.

Baru beberapa saat acara dimulai langit tiba-tiba mendung. Maulid Akbar yang sekaligus juga dilaksanakannya MTQ yang pertama itu pun tiba-tiba riuh oleh seruan penonton yang berteriak hujan-hujan. Penonton tidak lagi konsentrasi dengan isi acara yang kala itu sedang berlangsung pembacaan puisi oleh salah satu pengisi acara Abu Macel yang mengisi rubrik bejoraq di Koran Kampung. Puisi yang berjudul Muhammad kekasihku.

Masyarakat tersihir dengan isi puisi tersebut, namun sayang puisi hanya bisa dinikmati sampai tiga perempat saja karena masyarakat sibuk mencari tempat berteduh, walaupun hujan deras turun namun antusiasme masyarkat tidak surut ini terbukti walaupun mereka tidak berada di tempat acara namun mereka dapat menyaksikan dari tempat mereka berteduh. Meskipun hujan deras acara Maulid Akbar yang dipadukan dengan pembukaan MTQ tersebut berlangsung hingga selesai. (enon15/i2klu)

Maulid Akbar dan MTQ ke-I digelar secara bersamaan

1 komentar

Pembacaan Kalam ilahi oleh Al-Ustadz Saparuddin S.Pdi

Tanjung KLU - Tanjung bergema masyarakat gembira menyambut pelaksaaan MTQ dan Maulid Akbar. Kabupaten Lombok Utara yang usianya masih belia kini membuktikan kemandiriannya dengan melaksanakan MTQ yang Ke-I. 06/03/2010 atau tepatnya sabtu malam dipilih sebagai hari yang tepat untuk melaksanakan pembukaan MTQ serta Maulid Akbar.

Peringatan Maulid akbar 20 Rabiul Awal 1431 H disambut meriah oleh Masyarakat Kabupaten Lombok Utara, ini terlihat dari antusiasme warga yang berbondong-bondong datang ke lapangan Supersemar Tanjung bahkan sebelum acara dimulai mereka telah menempati lapangan yang terlihat seperti hamparan karpet hijau yang terbentang seakan menunggu para penonton untuk datang.

Pembukaan MTQ ini dihadiri oleh seluruh SKPD TK-I, Pejabat Pemerintah KLU, Anggota Dewan dan Tamu undangan lainya, selain itu juga di hadiri oleh peserta MTQ dari 5 Kecamatan. Pembukaan MTQ ini di awali oleh penampilan Cilokak yang berasal dari Karang Bedil Desa Gondang. Cilokak ini mampu menghibur para penonton yang sejak tadi menunggu acara dimulai.

Tepat pukul 21.00 Wita Bapak Gubernur NTB datang yang kemudian acara bisa dimulai. Pembacaan kalam ilahi oleh Al-Ustadz Saparudin S.Pdi mengawali pembukaan acara, para penonton menyimak dengan seksama lantunan ayat-ayat Al-Qu’ran yang dibacakan oleh pemenang MTQ tingkat internasional di India pada tahun 2001 lalu.


Pelatikan Dewan Hakam oleh Bupati KLU, Bapak Ridwan Hidayat

Pada malam itu juga dilantik Dewan Hakam yang nantinya menjadi dewan juri dalam perlombaan MTQ. Dalam laporan panitia dikatakan ada sebanyak 147 orang peserta yang berlomba dari 5 Kecamatan. Masing-masing peserta akan berlomba di berbagai cabang yang dilombakan.

Peserta yang ikut tidak dibatasi, mulai dari anak-anak sampai dewasa dari orang normal sampai yang tuna netra. Dana yang digunakan untuk MTQ dan Maulid Akbar ini bersumber dari dana APBD dan dari masyarakat secara sukarela. Tempat dilaksanakannya MTQ tidak hanya di satu tempat namun di beberapa Masjid dan Sekolah sehingga MTQ yang berjalan selama 5 hari mulai dari tanggal 6 Maret hingga 11 Maret bisa sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh panitia.

Lapangan Supersemar Tanjung sebagai arena utama, Masjid Nurul Iman Tanaq Song, Masjid Besar Baiturrahim Tanjung dan SMPN 1 Tanjung yang dipilih panitia sebagai tempat berlangsungnya MTQ. Para peserta yang datang telah disiapkan penginapan oleh panitia.

Dalam pidato sambutan Bupati KLU malam itu Bapak Ridwan berkesempatan menjelaskan berbagai rencana kerja kedepan diantaranya ditetapkannya kembali 6 hari kerja untuk seluruh PNS karena 5 hari kerja dirasa kurang efektif, selain itu beliau juga menjelaskan tentang akan diadakannya Imtaq bagi PNS agar modal keimanan semakin tertanam.

Selain itu juga dijelaskan mengenai potensi pariwisata di berbagai daerah misalnya Gunung Rinjani yang telah menarik banyak wisatawan, Wisata Blue Coral yang berada di beberapa pantai di KLU yang juga merupakan kebanggaan masyarakat KLU, selain itu terdapat Program Adasan untuk ternak sapi mengingat NTB sebagai bumi sejuta sapi dan beberapa program lain yang akan di jalankan dalam waktu dekat. (enon15/i2klu)

Arak-arakan Sunatan Masal

0 komentar



Tanjung, KLU - Kegiatan sunatan masal kini marak dilakukan oleh beberapa penduduk Desa di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Anak laki-laki yang telah dikhitan di arak keliling tentunya beberapa hari setelah bekas luka mereka mengering. Mereka didandani layaknya seorang pangeran, kegiatan arak arakan ini dimulai dari lapangan Supersemar Tanjung dan berakhir di lapangan Supersemar Tanjung pula.

Kegiatan arak-arakan sunatan masal ini terjadi dua kali dalam satu minggu di bulan Februari yaitu tanggal 22/2/2010 oleh Desa Batu Ampar dan Lading-Lading dan Tanggal 27/2/2010 oleh Desa Montong.

Iwan, SIP, MIP salah satu tokoh remaja Desa Lading-Lading ketika ditemui pada saat acara berlangsung memberikan beberapa keterangan mengenai sumber dana, bahwa dana yang digunakan sebagian besar dari swadaya masyarakat, selebihnya dari beberapa donatur.

Kegiatan sunatan masal ini dilakukan selain untuk mengurangi biaya juga memberikan daya tarik bagi wisatawan karena tidak hanya di ikuti oleh peserta khitan tapi juga diiringi oleh Tawaq-tawaq yang merupakan kesenian Asli Lombok.

Masyarakat yang menyaksikan iring-iringan begitu antusias melihat tingkah polah anak-anak yang diusung menggunakan tandu. Ada diantara mereka yang kelelahan bahkan ada yang menangis karena takut dan mual setelah di goyang di atas jaranan. (enon15/i2klu)

Gula Gending Yang Mulai Punah

0 komentar

Tanjung, KLU - Gula gending adalah sejenis jajanan pasar yang biasa dijajakan dari rumah ke rumah. Gula gending yang populer di tahun 90-an ini kini mulai tergeser dengan adanya jajanan yang dijual di toko-toko, supermaket dan beberapa kios yang ada di sekitar rumah.

Meskipun keberadaan mereka mulai terpinggirkan namun dibeberapa jalan di kota Tanjung masih saja terlihat beberapa orang yang berjualan dan menjajakan gula gending. Pedagang gula gending memiliki cara yang khas dalam menjajakan dangangannya, setiap penjual gula gending harus dapat memainkan irama yang merdu sehingga dapat menarik perhatian pembeli.

Harganya juga tidak terlalu mahal, hanya dengan mengeluarkan 500 rupiah kita sudah dapat menikmati rasanya yang manis. Rasa manis inilah yang membuat anak-anak sangat menyukai jajanan ini selain memang karna daya tarik musik yang dimainkan pedagangnya. (enon15/i2klu)